Pharmanova 2017

Sekolah Farmasi ITB bersama dengan Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) ‘Ars Praeparandi’, telah mengadakan Pharmanova (Pharmacy on Innovation) 2017, pada tanggal 22-23 September 2017. Pharmanova kali ini memiliki tema futuristik yang memiliki taglineThe Platinum Age of Pharmacy for the Future Us”. Kegiatan tahun ini terdiri dari lomba kefarmasiaan yaitu PCE (Patient Counseling Event), PICS (Pharmaceutical Industry Case Study), dan Lomba Poster. Selain itu, Pharmanova kali ini juga mengadakan seminar nasional kefarmasiaan.

Rangkaian acara Pharmanova 2017 dimulai pada 22 September 2017, yaitu dengan pembukaan oleh Ketua Acara Pharmanova yaitu Sofira Novarina Zahra. Lalu diikuti sambutan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) ‘Ars Praeparandi’ yang diwakilkan oleh Ketua Bidang Eksternal, Daniel Semmy, dan diakhiri oleh sambutan dari  Dekan Sekolah Farmasi ITB, yang di wakilkan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Bapak Dr. Kusnandar Anggadiredja. Berikutnya acara dilanjutkan dengan workshop PCE oleh Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung, Ibu Ida Lisni Apt., M.Si. yang disertai dengan simulasi konseling diakhir sesi. Lalu acara dilanjutkan dengan technical meeting untuk lomba PCE dan PICS.

Keesokkan harinya, perlombaan PICS dimulai dengan babak semifinal. Terdiri dari 10 tim terbaik yang mempresentasikan produk mereka. Lalu lomba PCE dimulai dari babak penyisihan untuk kategori beginner (untuk mahasiswa S1 farmasi) dan advance (untuk mahasiswa apoteker) dan dilanjutkan dengan babak semifinal yang diikuti oleh 10 orang peserta untuk masing-masing kategori. Lalu diumumkanlah finalis lomba PICS terdiri dari 6 tim terbaik dan lomba PCE 5 orang untuk masing-masing kategori.

Dan puncak dari acara Pharmanova 2017 pada hari minggu, diisi oleh rangkaian final lomba PCE, PICS, dan Seminar Nasional Kefarmasiaan. Final lomba PCE dibuat dalam format terbuka untuk umum, sehingga peserta dapat ditonton dalam melakukan konseling pasien. Dan final lomba PICS dimulai dengan proses karantina selama 4 jam, dalam kurun waktu tersebut peserta mempersiapkan materi presentasi final dengan kasus yang baru diberikan oleh panitia, disini peserta ditantang untuk manajemen waktu dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dan seminar nasional kefarmasiaan diisi oleh 2 narasumber. Narasumber pertama adalah Ibu Dr. Debbie Sofie Retnoningrum, Apt. yang merupakan Kepala Laboratorium Bioteknologi Farmasi Sekolah Farmasi ITB, beliau membawakan materi tentang “Biofarmaseutika: Dahulu, Sekarang, dan Mendatang”. Lalu narasumber kedua adalah Bapak Rakmat Budi Yuwono, S.Si, Apt. yang merupakan Quality Manager PT Ferron Par Pharmaceutical, beliau membawakan materi tentang “A Pharmacist with Global Quality Perspective in Pharmaceutical Industry”.

Hal yang ditunggu-tunggu para peserta lomba di Pharmanova ITB yaitu pengumuman pemenang. Pertama adalah pengumuman lomba poster yang telah dilakukan voting online melalui instagram untuk 10 poster terbaik, lalu juara 3 adalah Kurnia Tri Wijaya dari STF B, juara 2 adalah Stefanus Leonardo J. dari Universitas Sanata Dharma, dan Juara 3 adalah Yulia Paramitha dari Universitas Gadjah Mada dengan judul poster Terapi Gen: Elaborasi Futuristis Apoteker.  Lalu dilanjutkan dengan lomba PCE kategori Beginner, juara 3

Yuliani Silvana Putri dari Universitas Sanata Dharma, juara 2 Utami Hardianti Putri dari Institut Teknologi Bandung, dan Juara 1 adalah Christia Aphrodita Karina Gunawan dari Universitas Gadjah Mada. Pemenang lomba PCE untuk kategori advance, juara 3 Ismatul Izzati dari Universitas Gadjah Mada, juara 2 Novilia Nyoto dari Universitas Surabaya, dan juara 1 Hannie Fitriani dari Universitas Islam Indonesia. Dilanjutkan dengan pemenang lomba PICS, juara 3 dari Universitas Padjajaran, juara 2 dari Universitas Sanata Dharma, dan Juara 1 dari Institut Teknologi Bandung. Dengan perolehan tersebut maka Universitas Gadjah Mada menjadi Juara Umum Pharmanova 2017, setelah sebelumnya pada Pharmanova 2016 juga menjadi Juara Umum. Dengan itu Universitas Gadjah Mada berhak membawa kembali piala bergilir Pharmanova.

Berita Terkait