Magister Farmasi Industri

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mewarnai pengembangan obat-obatan terutama dalam bidang formulasi, teknologi produksi, dan pengawasan mutu obat yang telah melibatkan aplikasi peralatan dan metode yang semakin canggih dan kompleks. Hal ini juga telah diikuti dengan perkembangan regulasi dalam bidang kefarmasian, khususnya regulasi dalam bidang industri. Proses globalisasi dalam berbagai dimensi kehidupan, juga berdampak terhadap terjadinya globalisasi dalam bidang farmasi melalui harmonisasi pada tingkat regional dan global.

Menghadapi tantangan ini, dibutuhkan tenaga-tenaga farmasis profesional yang memiliki bekal kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi industri farmasi. Kemampuan yang dituntut dari seorang farmasis oleh industri farmasi dewasa ini hanya dapat dipenuhi melalui pemberian dasar keilmuan kefarmasian yang kokoh, yang difokuskan pada aspek-aspek yang berhubungan dengan aspek produksi dan pengawasan mutu obat.

Sekolah Farmasi ITB telah membuka Program Studi Magister Farmasi Industri sebagai upaya mempersiapkan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi lebih bagi industri farmasi. Program Studi Magister Farmasi Industri didukung oleh kepakaran dan jaringan yang kuat serta kemitraan ITB dengan industri farmasi dan badan otoritas regulasi, baik dalam maupun luar negeri.

Visi

Menjadi Program Pendidikan Magister Farmasi Industri yang unggul dan bermartabat secara nasional dan internasional.

Misi

  1. Menyelenggarakan Pendidikan Farmasi Industri sesuai dengan perkembangan iptek terkini terutama iptek dalam bidang farmasi industri.
  2. Menyelenggarakan penelitian terapan yang inovatif, kompetitif dan berkesinambungan dalam bidang farmasi industri.
  3. Menerapkan hasil-hasil penelitian dan pengetahuan terkini dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  4. Menjalin kerja sama intensif dan mendayagunakan industri farmasi dan kosmetik nasional maupun internasional serta sumber daya terkait untuk pengembangan industri farmasi dan kosmetik di Indonesia.

Tujuan Program Studi

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki integritas yang tinggi, kemampuan profesional dalam mengelola berbagai kegiatan rutin di industri farmasi, yang mencakup tugas-tugas: perancangan pabrik farmasi, penentuan formula dan teknik pembuatan sediaan farmasi, penentuan spesifikasi dan metode standardisasi, pembuatan/produksi sediaan farmasi dan pengendaliannya, pengawasan dan penjaminan mutu, pengemasan, penetapan kondisi penyimpanan dan usia simpan produk, pengelolaan bahan awal dan obat jadi, pendaftaran obat jadi, partisipasi dalam menghasilkan dan diseminasi inovasi dan teknologi baru.
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu menyelesaikan masalah-masalah dalam produksi dan pengujian mutu sediaan farmasi di lapangan secara tepat dan cepat (terarah) berdasarkan pertimbangan ilmiah yang mendalam dan dengan memperhatikan berbagai aspek secara komprehensif, termasuk di dalamnya adalah pengembangan formulasi, standardisasi baik untuk obat lama maupun obat baru, dan perkembangan regulasi terkini.
  3. Menghasilkan lulusan yang berkontribusi terhadap pengembangan IPTEK farmasi di industri skala nasional maupun internasional berupa penelitian dan pengembangan produk-produk baru (obat, kosmetik, produk biomedik, nutrasetikal, suplemen makanan-minuman, jamu, dan obat tradisional) dan standardisasi sediaan farmasi.

Lulusan Program Studi Magister Farmasi Industri Sekolah Farmasi ITB memiliki kompetensi sebagai berikut:

  • Mampu merancang pabrik/industri farmasi
  • Mampu mengembangkan dan menetapkan spesifikasi dan teknik evaluasi bahan baku obat, proses, dan produk
  • Mampu mengelola industri farmasi dengan baik
  • Mampu mengikuti perkembangan IPTEK mutakhir di bidang farmasi

Struktur kurikulum berdasarkan urutan mata kuliah (MK) semester demi semester:

SMT

Kode MK

Nama Mata Kuliah

SKS

I

FD5171

Perancangan Pabrik Farmasi

3

FD5172

Pengembangan Produk

4

FD5173

Statistika Terapan

2

II

FD5272

Manajemen Farmasi Industri

3

FD5271

Regulasi Farmasi & Etika Profesi

2

FD5273

Jaminan & Pengawasan Mutu Produk  Farmasi

3

FD50XX

MK Pilihan I

2

III

FD6171

Pengembangan & Validasi di Industri  Farmasi

2

FD6172

Pengembangan Bisnis Farmasi

2

FD6175

Farmakoekonomi

2

FD6174

Studi Kasus Spesifik di Industri Farmasi

3

IV

FD60XX

MK Pilihan II

2

FD6271

Proyek Akhir

5

FD6272

Sidang Magister

1

Total SKS

36

Program Studi Magister Farmasi Industri ini merupakan program studi magister terapan, sehingga dilakukan penyesuaian sasaran mutu dengan tetap memperhatikan sasaran mutu yang secara umum telah dicanangkan oleh ITB maupun Sekolah Farmasi ITB yang tertuang dalam RENSTRA SF ITB yang berlaku tahun 2016-2020.

Sasaran mutu Program Studi Magister Farmasi Industri adalah sebagai berikut:

  1. Status akreditasi A
  2. Keketatan seleksi calon mahasiswa PSMFI ≥ 1:1,15
  3. Jumlah mahasiswa minimal10 orang
  4. Mempertahankan kelulusan tepat waktu 100%
  5. IP rata-rata lulusan 3,5 ≥ 80%
  6. Hasil proyek akhir yang diterapkan di industri ≥ 80%
  7. Lulusan memperoleh peningkatan dalam karier (kenaikan jabatan/pangkat/peran) ≥ 80%
  8. Kepuasan pengguna lulusan ≥ 90%
  9. Mahasiswa wajib mempresentasikan penelitiannya dalam seminar/mempublikasikan penelitiannya di jurnal ilmiah
  10. Meningkatkan fasilitas pendukung perkuliahan di tingkat Prodi
  11. Indeks Kinerja Akademik Dosen (IKAD) mencapai 90% > 3,5 (pada skala 4)

Beberapa sasaran pada RENSTRA yang sudah terlampaui, ditingkatkan nilai sasarannya atau dipertahankan untuk yang sudah maksimal. Sedangkan yang masih belum mencapai nilai sasaran yang ditargetkan terus ditingkatkan upaya pencapaiannya secara bertahap. Berikut tahapan sasaran yang ingin dicapai terkait dengan Program Magister Farmasi Industri:

No

Sasaran 2016 2017 2018 2019

2020

1

Status akreditasi PS MFI*

C

A A A

A

2

Keketatan seleksi calon mahasiswa PS MFI**

1:1

1:1 1:1,05 1:1,1

1:1,15

3

Jumlah mahasiswa (minimal)*

7

7 9 9

10

4

Kelulusan tepat waktu (%)**

100%

100% 100% 100%

100%

5

IP rata-rata lulusan 3,5 (%)**

75%

75% 77,5% 77,5%

80%

6

Hasil proyek akhir yang diterapkan di industri (%)**

75%

75% 80% 80%

85%

7

Lulusan memperoleh peningkatan dalam karier (kenaikan jabatan/ pangkat/peran) (%)***

60%

60% 65% 65%

70%

8

Kepuasan pengguna lulusan (%)***

80%

80% 85% 85%

90%

9

Kewajiban mahasiswa mempresentasikan penelitiannya dalam seminar/ publikasi di jurnal ilmiah**

Belum wajib

Belum wajib Belum wajib Belum wajib

Wajib

10

Pengadaan fasilitas pendukung perkuliahan di tingkat Prodi***

in focus &  laptop meja & kursi

sound system & fasilitas rehat

11

Indeks Kinerja Akademik Dosen (IKAD) 90% **

3

3 3,25 3,25

3,5

Keterangan: *) tercantum pada RENSTRA SF ITB 2016-2020; **) modifikasi dari RENSTRA SF ITB 2016-2020; ***) tidak tercantum pada RENSTRA SF ITB 2016-2020.

Standar minimal mutu keluaran untuk Program Magister Farmasi Industri mengacu pada Program Pascasarjana ITB (SK Rektor ITB Nomor 175/SK/I1.A/PP/2014 dan Surat edaran no: 316/I1.B01/PP/2017 tentang Peraturan Akademik dan Kemahasiswaan ITB). Beberapa peraturan akademik yang relevan, adalah sebagai berikut:

  1. Telah mengambil semua mata kuliah yang disyaratkan untuk Program Magister dan dinyatakan lulus tanpa nilai D, E, atau T.
  2. Minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yaitu 2,75 (dua koma tujuh lima) dan untuk mahasiswa tahun masuk semester 1 2017-2018, minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yaitu 3,00 (tiga koma nol nol).
  3. Telah menyerahkan tesis/proyek akhir magister yang telah disetujui pembimbing.
  4. Waktu penyelesaian studi normal adalah 4 semester (2 tahun) dan tidak lebih dari 6 semester atau 3 tahun.

Strategi pencapaian sasaran :

Sasaran Strategi pencapaian
Status akreditasi PS MFI (sasaran no 1)
  • Di dalam Renstra SF 2016-2020 dinyatakan bahwa pada tahun 2017 PS MFI terakreditasi A, akan tetapi pada tahun tersebut belum dapat dilakukan karena bertepatan dengan adanya LUSTRUM SF ITB, sehingga pada tahun tersebut dicoba untuk meminta masukan kepada alumni terutama dari Industri yang datang pada acara LUSTRUM (seperti di acara Homecoming) mengenai PS MFI
  • Menindaklanjuti masukan/rekomendasi asesor pada akreditasi sebelumnya.
  • Pemenuhan terhadap semua komponen yang dinilai dalam akreditasi dengan baik dan benar
  • Perumusan kurikulum yang relevan dan dievaluasi serta dilakukan revisi apabila diperlukan setiap 5 tahun. Evaluasi kurikulum telah dilakukan pada tahun 2017, dengan ada evaluasi tersebut membantu untuk membuat kurikulum di tahun 2018
  • Peningkatan peran tatakelola yang baik mulai dari tingkat dekanat, Prodi, KPPS, GKM, KK dan kepala laboratorium.
  • Menyiapkan, melaksanakan dan selalu memperbaharui SOP pelaksanaan PS MFI.
  • Setiap tahun pada awal semester selalu dilakukan evaluasi perkuliahan, dari evaluai ini dapat memberikan perbaikan terhadap SOP yang sudah ada.
  • Penyusunan Rencana Progam Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) tiap mata kuliah yang terdokumentasi dan terlaksana dengan baik serta selalu disesuaikan dengan perkembangan IPTEK dan peraturan badan regulasi. Evaluasi dilakukan tiap awal semester tahun ajaran.
  • Pelaksanaan ujian seleksi, perkuliahan, proyek akhir, serta evaluasi pelaksanaan terdokumentasi dengan baik serta ditindaklanjuti.
  • Melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan untuk perkuliahan.
  • Melakukan kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan dalam bidang kefarmasian terutama terkait farmasi industri.
  • Sistem administrasi akademik yang terintegrasi dan pendokumentasian semua kegiatan prodi dengan baik
Keketatan seleksi calon mahasiswa PS MFI dan Jumlah mahasiswa (sasaran no 2 dan 3)
  • Meningkatkan jumlah peserta melalui promosi program ke industri dan institusi terkait lainnya (seperti pemerintahan) sehingga didapatkan calon mahasiswa lebih banyak lagi
  • Menambah prosedur seleksi melalui ujian tertulis disamping ujian lisan dan wawancara
  • Direncanakan untuk mengadakan sharing session tayangan video alumni PMSFI pada pameran pendidikan yang rutin diadakan oleh ITB tiap tahun dan saat promosi ke industri/instansi pemerintah. Pameran Pendidikan Pascasarjana ITB untuk tahun 2018 telah diadakan pada tanggal 23-24 Maret 2018.

Strategi promosi dinilai telah berhasil diterapkan dan terbukti mampu meningkatkan jumlah mahasiswa tahun ajaran 2016-2017 (13 orang)  yang melebihi target (7 orang). Sebagai catatan kapasitas maksimum untuk PS MFI berikisar 15 – 20 mahasiswa. Namun target pada RENSTRA hingga tahun 2020 adalah 10 orang, karena PS MFI masih dinilai sebagai Prodi baru.

Kelulusan tepat waktu, IP rata-rata lulusan 3,5 dan Indeks Kinerja Akademik Dosen (IKAD) 90%  (sasaran no 4, 5 dan 11)
  • Membuat kalender akademik (jadwal perkuliahan, jadwal ujian, pembimbingan kepada mahasiswa secara terprogram) yang diselaraskan dengan kalender  akademik ITB
  • Melaksanakan jadwal yang telah disusun secara konsisten
  • Menerapkan secara konsisten peraturan akademik ITB
  • Memonitoring perkembangan studi mahasiswa secara berkala
  • Membuat koordinasi yang baik antara wali akademik, pembimbing penelitian proyek akhir, kaprodi dan administrasi PSMFI
  • Mengintensifkan peringatan dini (early warning) yang tiap awal perkuliahan di tiap semester selalu diinformasikan ke setiap mahasiswa/pembimbing terutama mendekati waktu kelulusan
  • Mengoptimalkan peran KPPS
  • Proses administrasi yang komprehensif dan online, dengan tahapan pada 2014-2016 akademik menggunakan SIX lama (ol. http://akademik.itb.ac.id), pada semester 2 2016-2017 mulai migrasi ke SIX baru dan mulai semsester 1 2017-2108 sudah mulai secara penuh menggunakan SIX baru dengan alamat http://akademik.itb.ac.id
  • Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan akademik secara berkesinambungan. Sebagai contoh evalusi pelaksanaan kegiatan perkuliahan melalui EDOM (evaluasi dosen oleh mahasiswa) yang dilakukan secara online setiap akhir semester dan dilakukan tindak lanjut dari hasil evalusi tersebut dengan menyampaikan respon mahasiswa terhadap dosen pengajar pada setiap sebelum semester dimulai dalam bentuk rapat evaluasi pembelajaran untuk mengupayakan perbaikan mutu masing-masing dosen atau matakuliah.
  • Selain adanya pembimbingan projek akhir oleh para pembimbing, dari pihak PS PMFI (kaprodi dan tim pengajar yang ditunjuk) juga melakukan pemantauan pelaksanaan dan kemajuan projek akhir berupa diskusi atau presentasi kemajuan yang diadakan minimal 2 kali dalam satu semester.

Selama 2 tahun pertama, jumlah lulusan untuk lulus tepat waktu sudah mencapai 100%, oleh karena tetap diupayakan untuk terus dipertahankan.

Hasil proyek akhir yang diterapkan di industri; Lulusan memperoleh peningkatan dalam karier (kenaikan jabatan/pangkat/peran); Kepuasan pengguna lulusan (sasaran no 6, 7 dan 8)
  • Mengadakan tracer study/kuisioner, komunikasi keinginan pengguna, dan menetapkan kebutuhan bersama,
  • Mencari topik studi kasus pada matakuliah atau topik proyek akhir yang merupakan bagian dari pemecahan masalah di industri
  • Menggali permasalahan nyata yang ada di industri farmasi tempat mahasiswa bekerja serta potensi pengembangannya di bawah bimbingan dosen dan praktisi baik di tempat kerjanya atau di luar itu yang memenuhi persyaratan dosen pembimbing menurut aturan ITB.
  • Pengkayaan wawasan untuk penyelesaian proyek akhir melalui kuliah tamu (baik dari dalam maupun luar negeri)
  • Mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan di luar perkuliahan dan mengadakan kegiatan yang mengembangkan dan memperkuat soft skill, up grade ilmu pengetahuan dan teknologi regulasi terkini dan mendatang pada masa perkuliahan sehingga dapat meningkatkan dan mempraktekkan soft skillnya dan wawasan keilmuannya. Sebagai contoh mahasiswa PS MFI menjadi panitia dan terlibat dalam kegiatan one day seminar pada tanggal 10 Maret 2018 dengan topik “Ensuring the Sustainability of Indonesian Pharmaceutical Industry” dengan mendatangkan pembicara dari dalam dan luar negeri serta alumni PS MFI.
Kewajiban mahasiswa mempresentasikan penelitiannya dalam seminar/publikasi di jurnal ilmiah (sasaran no 9)
  • Mengintensifkan informasi terkait kewajiban tersebut ke mahasiswa dan dosen pembimbing sejak awal perkuliahan
  • Mendorong mahasiswa untuk melakukan penelitian yang berkualitas sehingga layak untuk dipresentasikan ke forum ilmiah
  • Mengadakan pelatihan diseminasi dan penulisan karya ilmiah. Pelatihan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Sekolah Farmasi ITB. Pelatihan tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2017
  • Topik proyek akhir mahasiswa PS MFI terkait dengan penyelesaian masalah di tempat mereka bekerja, besar kemungkinan adanya data atau hasil penelitian yang bersifat rahasia, untuk itu perlu dilakukan pendekatan khusus dalam cara penyajian atau penyampaian hasil dalam forum ilmiah atau publikasi
Pengadaan fasilitas pendukung perkuliahan di tingkat Prodi (sasaran no 10)
  • Oleh karena jumlah mahasiswa PS MFI setelah beberapa tahun berjalan sudah semakin meningkat maka alokasi anggaran yang semula lebih diprioritaskan untuk promosi program maka saat ini sudah dapat dialihkan untuk pengadaan fasilitas pendukung perkuliahan ditingkat Prodi.  Untuk sementara ini masih menggunakan fasilitas terpusat milik SF ITB yang merupakan fasilitas bersama dengan program studi lain.
  • Pada tahun 2018 sudah mulai mentargetkan peralatan milik sendiri seperti pembelian in focus beserta laptop yang menjadi  milik Prodi dan tertuang dalam RKA tahun 2018. Tahun 2019 ditargetkan membeli meja dan kursi perkuliahan sendiri dan tahun 2020 ditargetkan untuk mempunyai fasilitas penunjang pendidikan lainnya seperti sound system dan fasilitas waktu istirahat selama menjalankan kuliah tersendiri. Fasilitas rehat ini turut dijadiikan target karena pelaksanaan perkuliah PS MFI saat ini terjadwal hanya pada hari Sabtu sejak pukul 08.00-18.00. Dengan diberikan fasilitas rehat secara mandiri diharapkan perkuliahan dapat dijalankan oleh mahasiswa dan pengajar dengan lebih bermutu.

Strategi pencapaian sasaran secara umum adalah:

  • Melaksanakan proses belajar mengajar menggunakan materi yang sesuai dengan perkembangan IPTEK kefarmasian terkini dan menstimulasi mahasiswa untuk menggali informasi seluas-luasnya melalui koleksi kepustakaan, jurnal ilmiah, dan fasilitas internet, serta turut berpartisipasi dalam pertemuan ilmiah.
  • Mendorong mahasiswa PS MFI dalam penelitian proyek akhir yang mampu menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipublikasi pada jurnal ilmiah, disajikan dalam pertemuan ilmiah, atau diaplikasikan oleh masyarakat pengguna IPTEK kefarmasian.
  • Secara berkesinambungan mengevaluasi dan mengembangkan kurikulum program pendidikan untuk menyesuaikan dengan perkembangan IPTEK kefarmasian terkini.
  • Secara berkesinambungan meningkatkan kinerja sumber daya manusia dan sumber daya pendukung melalui peningkatan penetapan standar minimal.
  • peningkatan mutu staf pengajar (melalui pengiriman staf pengajar untuk studi lanjut, pengiriman staf ke pertemuan ilmiah/seminar, penyelenggaraan lokakarya pendidikan, dan lain-lain
  • pemeliharaan dan pengembangan kurikulum serta bahan ajar secara kontinyu, pengembangan perpustakaan (termasuk pengadaan buku teks dan jurnal online serta peningkatan kesempatan mahasiswa untuk akses ke internet)
  • pengembangan kerjasama dengan pihak luar terutama dengan perguruan tinggi luar negeri seperti menjadikan mereka pembicara tamu
  • Selain itu penataan tenaga pendidik yang membantu kelancaran penyelenggaraan perkuliahan PS MFI secara umum. Tenaga pendidikan bagian administrasi dialokasikan secara khusus dan dilakukan secara terpisah dengan aktivitas serupa pada pendidikan sarjana
  • Mengoptimalkan peran Gugus Kendali Mutu (GKM) dan Komisi Program Pascasarjana (KPPS) untuk memantau, mengevaluasi, dan melakukan pengawasan atas penyelenggaraan pendidikan pascasarjana di SF ITB secara umum dan PS MFI secara khusus.
  • Mengoptimalkan peran Kelompok Keahlian (KK) untuk kelancaran penyelenggaraan PS MFI terutama terkait sifat pendidikan PS MFI yang menjurus ke keilmuan spesifik di bidang industri farmasi

Sistem Rekrutmen Mahasiswa Baru

Sistem rekrutmen mahasiswa baru mencakup: Kebijakan rekrutmen calon mahasiswa baru, kriteria seleksi mahasiswa baru, sistem pengambilan keputusan, dan prosedur penerimaan mahasiswa baru.

Sistem rekrutmen mahasiswa baru yang diterapkan pada program studi ini.

Kebijakan mengenai penerimaan mahasiswa program pascasarjana di ITB mengacu kepada SK Rektor ITB Nomor 177/SK/I1.A/PP/2013 tentang Peraturan Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung pasal 2.2.

Informasi rekrutmen mahasiswa Program Studi Magister Farmasi Industri SF-ITB dilakukan melalui brosur, yang dapat diperoleh baik di Program Pascasarjana ITB maupun di SF-ITB. Selain itu, informasi mengenai program dapat diperoleh melalui homepage SF-ITB (https://fa.itb.ac.id/mfi/) yang berisi informasi, antara lain tentang kompetensi lulusan, kurikulum, registrasi, dan staf pengajar di PSMFI. Promosi program juga dilakukan dengan kunjungan ke berbagai industri farmasi dan kosmetik untuk menarik minat calon peserta.

Alur penerimaan mahasiswa PS MFI SF-ITB ditunjukkan oleh bagan berikut.

Calon mahasiswa PSMFI pertama-tama harus mendaftarkan diri dengan mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan di Sekolah Pascasarjana ITB, Jalan Tamansari No. 64 Bandung. Berdasarkan SK Rektor ITB Nomor 201/SK/K.01/PP/2008 tentang Perysaratan Masuk Program Magister dan Doktor di Institut Teknologi Bandung, kandidat mahasiswa wajib menyerahkan beberapa dokumen yang diperlukan seperti berikut:

  • Salinan ijazah S1 yang telah dilegalisasi
  • Transkrip akademik S1 yang telah dilegalisasi
  • Nilai TOEFL minimal 475 atau setara dengan ELPT ITB (English Language Proficiency Test) minimal 77
  • Nilai TPA BAPPENAS minimal 475
  • Surat keterangan sehat dari dokter

Sesuai dengan SK Rektor ITB Nomor 126/SK/K01/2006 tentang Panduan Penyelenggaraan Program Studi Magister Berorientasi Terapan di Institut Teknologi Bandung, dinyatakan bahwa calon mahasiswa harus memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun pada profesi yang relevan dengan bidang yang diminati yang diperkuat dengan surat keterangan dari instansi/perusahaan calon mahasiswa tersebut bekerja. Selain itu, sesuai dengan kurikulum yang didesain untuk program studi ini, maka calon mahasiswa harus memenuhi persyaratan tambahan sebagai berikut:

  • Bukti pengalaman bekerja di industri farmasi/kosmetik minimal 5 tahun bagi kandidat bukan sarjana farmasi tetapi dari bidang keilmuan terkait
  • Surat pernyataan sedang bekerja di suatu industri farmasi/kosmetik sebelum proses seleksi hingga akhir masa studi bagi seluruh calon mahasiswa

Seleksi penerimaan mahasiswa baru program magister di ITB dilakukan secara terintegrasi berdasarkan dua tahapan seleksi yaitu:

  1. Tahap pertama: pemeriksaan persyaratan/dokumen administrasi calon mahasiswa di Sekolah Pascasarjana ITB
  2. Tahap kedua: penilaian kemampuan akademis calon mahasiswa yang dilakukan oleh program studi dan sekolah/fakultas yang bersangkutan

Pada tahap pertama seleksi, dilakukan pengkajian dan pemeriksaan keaslian dokumen pendukung pendaftaran. Kandidat yang memenuhi persyaratan administratif yang diseleksi oleh DEKTM ITB akan diteruskan ke SF-ITB untuk mengikuti seleksi tahap selanjutnya.

Seleksi tahap kedua dilakukan pada tingkat fakultas/sekolah oleh tim seleksi yang terdiri dari Komite Program Pascasarjana, Dosen SF-ITB, dan Kaprodi MFI. Pola seleksi sementara ini berupa wawancara minat, institusi asal saat mengikuti pendidikan S1, membahas bakat dan kemampuan kandidat sesuai dengan prestasi akademik S1 yang dimilikinya dan bidang pekerjaan di industri yang sedang dijalani serta yang diminati di masa mendatang seperti produksi, pengawasan mutu, penjaminan mutu, atau penelitian dan pengembangan, sumber pembiayaan, komitmen waktu untuk studi dan topik proyek akhir yang diusulkan. Di samping itu juga ditanyakan tentang pemahaman kandidat mengenai kurikulum PSMFI dan ditanyakan mengenai master plan atau strategi pengembangan institusi dan kepakaran di institusi masing-masing, sehingga tingkat kemanfaatan studi di Sekolah Farmasi ITB menjadi lebih signifikan. Dalam kesempatan tersebut, seluruh anggota tim seleksi menuliskan rekomendasi secara terpisah untuk setiap kandidat yang diwawancarai. Rekomendasi yang diajukan diserahkan kepada Dekan SF ITB dan DEKTM ITB untuk pengambilan keputusan akhir. Hasil seleksi dari Sekolah Farmasi tersebut kemudian diserahkan kepada Sekolah Pascasarjana ITB untuk kemudian ditetapkan dan diumumkan sebagai hasil akhir seleksi penerimaan mahasiswa baru PSMFI. Calon mahasiswa yang lulus seleksi penerimaan kemudian melakukan registrasi ulang.

Prof. Dr. Daryono Hadi Tjahjono M.Sc.,
Prof. Dr. Elin Yulinah,
Prof. Dr. Slamet Ibrahim,
Prof. Dr. Sukmadjaya A.,
Prof. Dr. Sukrasno,
Prof. Dr. Sundani,
Prof. Dr. Tutus Gusdinar,
Prof. Dr. Yeyet Cahyati S.,
Dr. Ahmad Fuad Afdhal,
Dr. Debbie S. R.,
Dr. Diky Mudhakir,
Dr. Elfahmi,
Dr. Heni Rachmawati,
Dr. Ir. Iftikar Zahedi S.,
Dr. Jessie Sofia P.,
Dr. Kusnandar Anggadiredja,
Dr. Leiman Sutanto,
Dr. Linda Sitanggang,
Dr. Lucy N. S.,
Dr. Neni Nuraini,
Dr. Rachmat Mauludin,
Dr. Saleh Wikarsa,
dr. Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D.,
Dr. Rahmana Emran,
Dr. Sasanti Tarini D.,
Dr. Tri Suciati,
Dra. Anita Ekayanti, MM,
Dra. Emmy Cholida, Apt., MH.,
Dra. Eti Setiawati,
Dra. Nuning S Barwa, MM,
Dra. Nurhayati Subakat,
Dra. Togi JH., Apt.,
Dra. Yuliarti Merati M.Sc.,
Drs. Pre Agusta, MM.,
Drs. Bambang Purwanto,
Drs. Basuki Hadi , MM.,
Drs. Burhanuddin Mahdis, MM.,
Drs. Mohammad Sumarno,
Drs. Nanang Sudirman, Apt.,
Rikrik Asiyah Ilyas, Apt, MSc, Ph.D.
Dr. Ir. Danu Ariono, DEA.
Drs. Ganggas Cahyono, MM., Apt.