Program Doktor

Body of Knowledge

Cakupan bidang keilmuan prodi Doktor Farmasi berkaitan erat dengan prodi sarjana Farmasi baik prodi sains dan teknologi farmasi maupun farmasi klinik dan komunitas serta program magisternya. Secara inline keilmuan pada program doktor merupakan pengembangan lebih jauh terhadap keilmuan yang diperoleh pada jenjang sarjana dan magister Farmasi. Body of knowledge program doktor farmasi adalah keilmuan multidisiplin dalam kaitannya dengan obat, kosmetika, produk suplemen kesehatan, alat kesehatan, dan sediaan farmasi lainnya, meliputi  ilmu-ilmu terapan yang bersumber dari biologi (hayati/life sciences), kimia, fisika dan ilmu perilaku manusia. Keilmuan dalam bidang kimia obat mulai dari sintesis, analisis dan karakterisasi, penemuan dan pengembangan senyawa baru menjadi cakupan bidang kimia farmasi analisis, analisis & keamanan makanan, dan kimia medisinal. Keilmuan yang terkait dengan farmasetika mencakup teknologi farmasi, biofarmasi, farmakokinetik dan bioteknologi farmasi. Keilmuan yang terkait dengan obat yang berasal dari bahan alam diantaranya bidang fitokimia, standardisasi bahan alam, elusidasi strukstur senyawa bahan alam, dan bioteknologi tumbuhan obat. Keilmuan farmakologi-toksikologi mencakup pengetahuan bidang farmakologi, toksikologi, farmakoterapi, farmasi klinis dan interaksi obat.

Tantangan yang Dihadapi

Era globalisasi mempunyai dampak besar terhadap kehidupan masa depan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Dampak tersebut dapat dirasakan dalam berbagai bidang. Perkembangan obat dan sediaan farmasi lainnya termasuk bidang sangat dipengaruhi oleh dubukanya kran perdagangan yang lebih luas. Kesiapan sumberdaya berkualitas tinggi dengan kompetensi paling atas menurut KKNI merupakan kebutuhan yang tidak bisa dihindari, sehingga menjadi tantangan serius bagi program doktor farmasi dalam menyiapkan sumber daya tersebut sekaligus menghasilkan produk-produk riset yang dapat dimanfaatkan secara luas. Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang farmasi serta produk-produk obat dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat di tingkat global berkembang sangat pesat. Perkembangan tersebut ditandai dengan bertambahnya variasi produk-produk dan pelayanan farmasi. Kecenderungan peningkatan riset dan pengembangan di Industri Farmasi di dunia dan beberapa industri farmasi di Indonesia akan  berdampak pada segmen luas yang terkait manufaktur serta memberikan pesan jelas pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan dan penelitian untuk secara serius meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian yang dapat menjawab berbagai permasaalahan yang ada di semua stakeholder terkait. Pengembangan obat yang sudah ada serta penemuan obat baru telah menunjukkan bahwa pengetahuan saintifik bernilai fundamental dalam pencapaian penemuan dan pengembangan obat tersebut. Sampai saat ini penelitian di Universitas sedikit sekali yang berkaitan dengan riset dan pengembangan di dunia industri. Fenomena ini akan menjadi tantangan bagi Sekolah Farmasi ITB untuk bersama-sama stakeholder berupaya untuk mengembangkan berbagai solusi untuk mengatasi permasalahan terkait obat dan kesehatan melalui kegiatan riset. Kebutuhan industri farmasi untuk sumberdaya manusia yang berkualitas meningkat tajam, terutama yang berkaitan dengan sains dan teknologi farmasi. Riset yang dilakukan pada program doktor farmasi yang sebagian besar masa studinya digunakan untuk riset, mempunyai peran besar dalam pengembangan berbagai aspek terkait dengan obat dan sediaan farmasi lainnya.

Akreditasi atau Standar Kurikulum Acuan

Akreditasi akan diajukan ke Badan Akreditasi Nasional (BAN) yang merupakan lembaga akreditasi nasional di Indonesia

  1. Renstra Sekolah Farmasi ITB 2011-2015
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun  2010 tentang Perubahan Atas PP No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
  3. Pedoman Penyusunan Kurikulum ITB 2013-2018  Tahun 2012.
  4. Sekolah Farmasi ITB, Workshop Evaluasi Kurikulum 2012, Desember 2011, SF, Bandung
  5. Sekolah Farmasi ITB, Workshop Penyusunan Kurikulum 2013, Desember 2012, SF, Bandung
  6. Senat Akademik ITB, Keputusan Senat Akademik ITB Nomor : XX/SK/K01-SA/2012, tentang ”PEDOMAN KURIKULUM 2013”.
  7. Accreditation Council for Pharmacy Education,2007, Accreditation Standards for Continuing Pharmacy Education, Accreditation Council for Pharmacy Education, Chicago, Illinois.

Referensi

  1. Perpres no. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
  3. Undang-UndangRepublik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian.
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun  2010 tentang Perubahan Atas PP No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
  6. Renstra Sekolah Farmasi ITB 2011-2015
  7. Pedoman Penyusunan Kurikulum ITB 2013-2018  Tahun 2012.
  8. Sekolah Farmasi ITB, Workshop Evaluasi Kurikulum 2012, Desember 2011, SF, Bandung
  9. SekolahFarmasi ITB, Workshop PenyusunanKurikulum 2013, Desember 2012, SF, Bandung
  10. Senat Akademik ITB, Keputusan Senat Akademik ITB Nomor : XX/SK/K01-SA/2012, tentang ”PEDOMAN KURIKULUM 2013”.
  11. Accreditation Council for Pharmacy Education,2007, Accreditation Standards for Continuing Pharmacy Education, Accreditation Council for Pharmacy Education, Chicago, Illinois.
  12. International Pharmaceutical Federation (FIP), 2010, Global Competency Framework Draft Version | August 2010.
  13. 5th AASP Conference in Bandung, 2011,  Indonesia.
  14. Asia Pacific Pharmacy Education Workshop, 20-21 Nopember, 2012.
  15. Directive 2005/36/ec of the European Parliament and of the Council of 7 September 2005 on the recognition of professional qualifications

Daftar Promotor Sekolah Farmasi ITB

 

KK Biologi Farmasi

Elfahmi, Dr., Apt.
Irda Fidrianny, Prof., Dr., Apt.
Muhamad Insanu, Dr. M.Si., Apt.
Sukrasno, Prof., Dr., Apt.

KK Farmakokimia

Daryono Hadi Tjahjono, Prof., Dr., Apt.
Marlia Singgih Wibowo, Ph.D., Apt.
Rahmana Emran Kartasasmita, Dr. rer. nat., Apt.
Sophi Damayanti, Dr. rer. nat., Apt.
Dr. apt. Ilma Nugrahani

KK Farmakologi-Farmasi Klinik

I Ketut Adnyana, Prof., Dr., Apt.
Kusnandar Anggadiredja, Dr., Apt.
Lia Amalia, Dr., Apt.
Maria Immaculata Iwo, Dr., Apt.
Neng Fisheri Kurniati, Dr., Apt.

KK Farmasetika

Lucy Nurhayati Sasongko, Dr., Apt.
Diky Mudhakir, Dr., Apt.
Heni Rachmawati, Prof. Dr., Apt.
Rachmat Mauludin, Dr., Apt.
Sukmadjaja Asyarie, Prof., Dr., Apt.
Sundani Nurono Suwandhi, Prof., Dr., Apt.
Tri Suciati, Dr., Apt.
Yeyet Cahyati Sumirtapura, Prof., Dr., Apt.

Visi Program Studi

Menjadi penyelenggara program doktor dalam bidang farmasi yang diperhitungkan pada tataran internasional dan menghasilkan luaran program yang mampu berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat.


Misi Program Studi

  1. Menyelenggarakan pendidikan program doktor yang berperan utama dalam pengembangan iptek dalam bidang farmasi dan pemanfaatannya dalam kemajuan sains dan pengembangan produk farmasi.
  2. Menyelenggarakan pendidikan program doktor dengan fokus penelitian yang inovatif, kompetitif dan berkesinambungan.
  3. Menjadi program pendidikan doktor farmasi yang dapat menjalin kerjasama efektif dengan berbagai stakeholders di dalam dan luar negeri.

Tujuan Pendidikan

Program Studi Doktor Farmasi bertujuan:

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan berpikir (skill of thinking), integritas tinggi, memiliki kemampuan analisis dan sintesis untuk menemukan solusi komprehensif atas berbagai persoalan dalam bidang kefarmasian.
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu melakukan penelitian ilmiah terkini, memiliki nilai kebaruan dan originalitas dalam bidang farmasi serta mampu berperan dalam pengembangan sains dan produk farmasi.
  3. Menghasilkan lulusan yang mampu bekerja mandiri dan dalam tim (team work), menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait, serta mampu memberikan manfaat keilmuan bagi peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat, khususnya  bangsa Indonesia.
  4. Menghasilkan lulusan yang mampu mendiseminasikan dan atau mempublikasikan hasil-hasil penelitian disertasi dalam forum dan atau jurnal ilmiah nasional dan internasional, atau dalam bentuk paten sehingga dapat dimanfaatkan hasilnya untuk masyarakat luas.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)

  1. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan atau seni baru di dalam bidang keilmuannya atau praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya kreatif, original, dan teruji
  2. Mampu memecahkan permasalahan sains, teknologi, dan atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter, multi atau transdisipliner
  3. Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan riset dan pengembangan yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat manusia, serta mampu mendapat pengakuan nasional maupun internasional.

Program Learning Outcomes (PLO)

  1. Mampu menunjukkan kemampuan keterampilan berpikir (skill of thinking), analisis dan sintesis dalam ilmu kefarmasian.
  2. Mampu mengembangkan pengetahuan dan teknologi baru sehingga menghasilkan karya kreatif, original dan teruji dalam ilmu kefarmasian.
  3. Mampu memecahkan permasalahan sains dan teknologi dalam bidang farmasi melalui pendekatan inter, multi atau transdisipliner.
  4. Mampu merancang dan melakukan penelitian yang kreatif, original, dan teruji dalam bidang kefarmasian.
  5. Mampu mengelola dan memimpin penelitian secara efektif.
  6. Mampu bekerjasama secara efektif, baik secara individu maupun dalam kelompok.
  7. Mampu mengkomunikasi hasil pemikiran dan penelitian baik secara lisan maupun tulisan yang diakui pada taraf nasional maupun internasional.
  8. Memiliki profesionalisme dan berintegritas tinggi.

Keterkaitan antara KKNI dan TUJUAN PRODI S3 dengan PLO

KKNI

TUJUAN Prodi S3 PLO

1

1,2

1,2,4

2

3

3

3

4

4,5,6,7

1

8

 

Keterkaitan antara Mata kuliah dengan PLO

NO KODE KULIAH NAMA KULIAH SKS PLO
1 FA 7001 Falsafah Ilmu Pengetahuan 2 1,2,8
2 FA 5002 Metodologi penelitian 3 1,3, 5,8
3 FA 7092 Ujian kualifikasi 2 1,2,3,4,7,8
4 FA XXXX Pilihan 1 2 1
5 FA XXXX Piluhan 2 2 1
6 FA XXXX Pilihan 3 2 1
7 FA 7091 Penyusunan proposal 3 1,4
8 FA 8091 Penelitian & Seminar Kemajuan 1 5 1-8
9 FA 8092 Penelitian & Seminar Kemajuan 2 5 1-8
10 FA 9091 Penelitian & Seminar Kemajuan 3 5 1-8
11 FA 9092 Penelitian & Seminar Kemajuan 4 5 1-8
12 FA 9093 Ujian Disertasi 3 1-8

 

Keterkaitan antara PLO dengan Mata kuliah

Untuk dapat mengikuti Program Studi Doktor Farmasi dengan baik, mahasiswa perlu memiliki latar belakang pendidikan setara magister dalam bidang-bidang Farmasi. Calon peserta dengan latar belakang magister seperti Kimia, Biologi, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Teknologi Pangan, Teknik Kimia, dan bidang lain yang relevan dapat diterima, asalkan lulus wawancara dan memenuhi persyaratan TPA dan Toefl. Namun demikian untuk calon mahasiswa dengan ijazah magister pada bidang lain yang relevan tersebut, harus mengambil matakuliah tambahan yang sesuai dengan opsinya dan matakuliah lainnya yang ditentukan oleh KPPS.

Lulusan sarjana farmasi dengan prestasi akademik yang luar biasa (excellent) dimungkinkan untuk langsung mengikuti program S3 tanpa melewati program magister (program doktor unggulan). Peserta program doktor unggulan diseleksi sangat ketat yang memungkinkan mahasiswa program ini bisa menyelesaikan studi S3 dalam masa 3 tahun. Apabila pada tahap kualifikasi peserta dinilai tidak layak melanjutkan sampai program S3 selesai, maka yang bersangkutan akan diterminasi sampai pada tahap magister.

Kurikulum Dokter