Enter your keyword

Sekolah Farmasi ITB Perkuat Kolaborasi Global, Sukses Menggelar International Summer School 2026

Sekolah Farmasi ITB Perkuat Kolaborasi Global, Sukses Menggelar International Summer School 2026

Sekolah Farmasi ITB Perkuat Kolaborasi Global, Sukses Menggelar International Summer School 2026

BANDUNG, itb.ac.id – Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF ITB) menyelenggarakan Opening and Welcoming Ceremony untuk rangkaian luring International Summer School SF ITB 2026, Senin (27/7/2026), di ITB Kampus Ganesha.

Kegiatan tersebut menandai dimulainya pembelajaran luring yang berlangsung pada 27–31 Juli 2026. Sebelumnya, peserta telah mengikuti rangkaian pembelajaran daring pada 29 Juni – 3 Juli 2026 sebagai dasar teoritis sebelum menjalani kegiatan akademik dan praktik secara langsung di Bandung.
Summer School SF ITB 2026 diikuti oleh 50 peserta dari tujuh negara, yaitu Vietnam, Malaysia, Uganda, Pakistan, Korea Selatan, Mesir, dan Indonesia.
Dalam sambutannya, Dekan Sekolah Farmasi ITB menyampaikan selamat datang kepada para peserta, pembicara, dan seluruh mitra yang terlibat dalam pelaksanaan program. “Keberagaman asal negara dan latar belakang peserta menjadikan program ini sebagai ruang pembelajaran sekaligus pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan budaya dalam lingkungan akademik internasional. Upaya meningkatkan ketahanan kesehatan global dan menghasilkan inovasi kosmetik membutuhkan kolaborasi yang melampaui batas geografis dan budaya,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan lingkungan pembelajaran internasional tersebut dengan berbagi perspektif dari negara masing-masing, bertukar gagasan secara terbuka, serta mempelajari tantangan dan potensi yang dimiliki setiap wilayah.

“Melalui program ini, kita memiliki tujuan yang sama, yaitu translating advanced pharmaceutical science into impactful global solutions” lanjutnya.

Dua Jalur Pembelajaran untuk Menjawab Tantangan Global

International Summer School SF ITB 2026 menawarkan dua topik pembelajaran, yaitu Data-Driven Therapeutics for Global Health Resilience dan Natural Product Cosmetics.
Pada topik Data-Driven Therapeutics for Global Health Resilience, peserta mempelajari pemanfaatan data epidemiologi, farmakovigilans, serta sistem kesehatan digital untuk melindungi masyarakat dan menjawab tantangan beban penyakit secara global. Peserta didorong untuk memahami bagaimana data dapat digunakan dalam pengambilan keputusan, pengembangan terapi, dan penguatan sistem kesehatan.
Sementara itu, topik Natural Product Cosmetics mengajak peserta mengeksplorasi kekayaan senyawa bioaktif dari bahan alam yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kosmetik inovatif. Peserta juga mempelajari ilmu formulasi kosmetik, advanced delivery system, serta metode evaluasi keamanan, efektivitas, dan mutu produk.
Melalui kedua topik tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami perkembangan ilmu farmasi terkini, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan berbagai permasalahan kesehatan dan kebutuhan masyarakat di negara masing-masing.


Menghubungkan Pembelajaran Daring dengan Pengalaman Praktis

Rangkaian pembelajaran daring yang telah dilaksanakan sebelumnya dirancang untuk membangun dasar teoritis dan mendorong diskusi kritis di antara peserta. Pengetahuan tersebut selanjutnya diterapkan dalam kegiatan luring melalui kuliah komprehensif, aktivitas laboratorium, proyek kolaboratif, dan pembelajaran berbasis pengalaman.
Selama berada di Bandung, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan akademik dan praktik, termasuk pembuatan produk kosmetik, diskusi bersama pakar, serta kunjungan ke industri farmasi dan fasilitas pelayanan kefarmasian. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung penerapan ilmu farmasi mulai dari proses penelitian dan pengembangan hingga produksi serta pelayanan kepada masyarakat.
Program ini menghadirkan akademisi, praktisi, dan pakar dari berbagai institusi, antara lain University College London, Mahidol University, Ministry of Health Malaysia, Health Intervention and Technology Assessment Program (HITAP) Thailand, Universitas Padjadjaran,PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp), serta dosen dan peneliti senior dari ITB.
Melalui interaksi bersama para pakar, peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan, mendiskusikan perkembangan ilmu dan teknologi terkini, serta memahami penerapan pengetahuan farmasi dalam konteks kesehatan global dan industri.

Mempererat Interaksi dan Pertukaran Budaya

Selain kegiatan akademik, International Summer School SF ITB 2026 juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal budaya Indonesia, khususnya budaya dan kehidupan masyarakat Kota Bandung.
Berbagai kegiatan budaya dan interaksi antar peserta dirancang untuk mempererat hubungan, membangun komunikasi lintas budaya, serta menciptakan pengalaman internasional yang bermakna. Peserta dari setiap negara dapat memperkenalkan budaya masing-masing sekaligus mengenal keragaman budaya Indonesia.
Perpaduan antara kuliah, kegiatan praktis, kunjungan lapangan, proyek kolaboratif, dan pengalaman budaya diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang komprehensif serta memperkuat jejaring akademik internasional di antara para peserta.
Melalui penyelenggaraan International Summer School 2026, Sekolah Farmasi ITB menegaskan komitmennya untuk mendorong internasionalisasi pendidikan, memperluas kolaborasi lintas negara, dan mempersiapkan generasi muda yang mampu mengembangkan solusi inovatif bagi tantangan kesehatan global.
Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan dukungan dari Lembaga Pendidikan Dana Pendidikan melalui program EQUITY.

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.