SF ITB Perkuat Kolaborasi Internasional melalui UMT SEA-AVENTURE 2026 di Malaysia
Terengganu, Malaysia — Agustus 2026 — Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF ITB) terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui partisipasi dalam UMT SEA-AVENTURE: Bridging Cultures Through Marine Biotechnology, sebuah program mobilitas mahasiswa internasional yang diselenggarakan oleh Institute of Climate Adaptation and Marine Biotechnology (ICAMB), Universiti Malaysia Terengganu (UMT).

Program yang berlangsung pada 2–17 Agustus 2026 di Universiti Malaysia Terengganu ini mempertemukan mahasiswa UMT dengan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi mitra di Indonesia, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB University, Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Bengkulu (UNIB), dan Universitas Sriwijaya (UNSRI).
Dalam program ini, SF ITB mengirimkan tujuh mahasiswa sebagai peserta, yaitu:
1. Kosmas Wengku Kendratomo — NIM 11625029
2. Khumaira Khansaa Aqiilah — NIM 10723108
3. Aisyah Zahra Tsany Atora — NIM 11623008
4. Ulfi Fitria — NIM 10724046
5. Nadira Azzahrah — NIM 10723004
6. Amira Maiza Haq — NIM 10723041
7. Jocelyne Alsyna Emmanuella — NIM 10723078


Keikutsertaan para mahasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen SF ITB dalam memperluas pengalaman akademik internasional mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan dengan perguruan tinggi mitra di kawasan Asia Tenggara.
Mengusung tema “Bridging Cultures Through Marine Biotechnology”, UMT SEA-AVENTURE mengintegrasikan pembelajaran akademik, pelatihan bioteknologi kelautan, eksplorasi keanekaragaman hayati, pengenalan budaya, serta keterlibatan dengan industri dan masyarakat. Peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal kekayaan biodiversitas laut dan pesisir Terengganu sekaligus mempelajari pemanfaatan sumber daya alam berbasis bioteknologi, termasuk potensi tanaman pesisir untuk aplikasi kesehatan, kefarmasian, dan kecantikan.


Selama dua minggu pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari kuliah akademik, pelatihan ilmiah, praktikum laboratorium dalam bidang penelitian bahan alam, eksplorasi biodiversitas laut, pengambilan sampel lingkungan, kunjungan budaya dan situs warisan, kunjungan industri, kegiatan pengabdian dan keterlibatan masyarakat, penelitian kelompok, penyusunan laporan, hingga presentasi hasil penelitian.
Selain memberikan pengalaman akademik dan praktis, program ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh transfer akademik sebesar dua kredit, sehingga pengalaman mobilitas internasional tersebut dapat terintegrasi dengan proses pembelajaran mahasiswa di institusi asal.


Bagi mahasiswa SF ITB, UMT SEA-AVENTURE menjadi ruang pembelajaran yang melampaui kegiatan perkuliahan konvensional. Melalui praktikum, kegiatan lapangan, kerja kelompok, dan interaksi dengan peserta dari berbagai institusi, mahasiswa dapat memperkuat kompetensi ilmiah sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, adaptasi, serta pemahaman lintas budaya.
Program ini sekaligus menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan akademik antara SF ITB dan Universiti Malaysia Terengganu. Mobilitas mahasiswa melalui UMT SEA-AVENTURE diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang, khususnya dalam bidang bioteknologi kelautan, bahan alam, ilmu kefarmasian, inovasi berbasis biodiversitas, serta penelitian yang berkaitan dengan kesehatan.
Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, UMT SEA-AVENTURE juga menempatkan pertukaran budaya sebagai bagian penting dari program. Para peserta berkesempatan mengenal lebih dekat budaya Terengganu, ekosistem pesisir dan lahan basah, serta kehidupan masyarakat setempat. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai keterkaitan antara biodiversitas, budaya, pengetahuan masyarakat, kesehatan, dan keberlanjutan.
Melalui partisipasi tujuh mahasiswa dalam UMT SEA-AVENTURE 2026, SF ITB menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kesempatan pembelajaran internasional serta memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi di tingkat regional. Program seperti ini diharapkan dapat membekali mahasiswa tidak hanya dengan kompetensi ilmiah yang kuat, tetapi juga perspektif global dan kemampuan kolaborasi yang diperlukan untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu kefarmasian dan kesehatan di tengah dunia yang semakin terhubung.
No Comments