Hindari Berbagai Risiko Penyakit dengan Menjaga Kebugaran Tubuh Sedari Kini

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia yang fundamental, sejajar dengan sandang, pangan, dan papan. Kesehatan menjadi aspek yang tidak bisa ditinggalkan maupun disingkirkan untuk aspek lainnya. Skala prioritas dalam mengedepankan kemajuan di bidang kesehatan menjadi suatu keharusan. Hingga kini, masalah kesehatan masih menjadi tantangan serius yang dihadapi Indonesia. Salah satunya adalah tingginya kasus penyakit kardiovaskular (CVD) yang meningkat dengan signifikan.
Angka kematian, jumlah penderita, dan kasus penyakit kardiovaskular (CVD) di Indonesia meningkat selama periode 1990–2019, terutama pada stroke dan penyakit jantung iskemik. Menurut Muharram et. al (2024), Indonesia memiliki proporsi penyakit kardiovaskular (CVD) terhadap total beban penyakit terbesar di Asia Tenggara, yaitu 21,34% dari total DALYs, dibandingkan dengan Malaysia (18,88%), Filipina (16,76%), dan Vietnam (20,57%). Angka ini dinyatakan dalam Disability-Adjusted Life Years (DALYs) yang merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur beban penyakit dalam suatu populasi. Beban penyakit ini sangat tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, bahkan berlawanan dengan tren global yang justru menunjukkan penurunan kasus.

Faktor risiko perilaku penyebab penyakit kardiovaskular yakni kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, penggunaan tembakau, dan penyalahgunaan alkohol (WHO 2025). Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya dalam rangka menurunkan risiko penyakit kardiovaskular tersebut. Langkah utama yang dapat dilakukan adalah menjaga tingkat kebugaran tubuh melalui aktivitas fisik secara teratur, karena aktivitas fisik berperan dalam menjaga kesehatan sistem kardiovaskular. Penerapan aktivitas fisik harian dan intervensi pencegahan olahraga mendukung pengurangan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 80%, pengurangan risiko diabetes tipe 2 sebesar 90%, pengurangan risiko kanker sebesar 33%, dan dalam beberapa kasus pengurangan angka kematian akibat semua penyebab kematian.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kebugaran kardiorespirasi yang baik dapat meningkatkan imunitas tubuh dan menurunkan berbagai risiko penyakit, termasuk berbagai penyakit kardiovaskular seperti pada saat Covid-19 (Ramania et al., 2025). Dari penelitian yang dilakukan dengan membandingkan tingkat kebugaran kardiorespirasi (cardiorespiratory fitness/CRF) pada pria dewasa yang pernah terinfeksi COVID-19 tanpa gejala dan dengan gejala ringan, membuktikan bahwa pada pasien Covid-19 tanpa gejala memiliki nilai VO₂max yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan gejala ringan. Dengan nilai VO₂max ini dapat mengukur kemampuan sistem kardiovaskular untuk menyuplai oksigen ke otot selama aktivitas fisik sekaligus menilai tingkat kebugaran kardiorespirasi. Semakin tinggi nilai VO₂max maka semakin baik tingkat kebugaran kardiorespirasinya.
Dengan adanya penelitian ini, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan memperhatikan tingkat kebugaran sebagai indikator kesehatan. Aktivitas utama yang dapat dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh adalah dengan rutin berolahraga maupun melakukan aktivitas fisik. Mencapai jumlah aktivitas fisik (physical activity) yang cukup dan mengurangi waktu perilaku sedentari (banyak duduk atau tidak aktif) merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat.
Telah banyak negara dan organisasi (WHO) telah merilis pedoman aktivitas fisik untuk memberikan rekomendasi berbasis sains untuk aktivitas fisik dan olahraga. Pedoman ini mempertimbangkan berbagai dimensi aktivitas fisik (cara, frekuensi, durasi, dan intensitas) dan situasi (waktu luang, transportasi, pekerjaan, dan aktivitas rumah tangga). Pendekatan ini selaras dengan anjuran Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan Primer dan Komunitas 2025 untuk mengutamakan 3 pilar hidup sehat yakni cukup bergerak, maka sehat, dan tidur yang cukup.
Pentingnya menjaga kesehatan juga termasuk tanggung jawab individu dan fondasi utama untuk mencapai kehidupan yang optimal dan produktif. Oleh karena itu, berbekal dari pengetahuan pentingnya menjaga kebugaran tubuh, masyarakat dapat melakukan aktivitas fisik sesuai rekomendasi spesifik untuk usianya. Untuk anak-anak disarankan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari ditambah dengan latihan penguatan tulang dan otot. Adapun untuk dewasa minimal 150 menit seminggu aktivitas aerobik intensitas sedang, sedangkan untuk lansia disarankan tetap aktif sesuai dengan kemampuan.
Penulis : Devi Berliana Pratiwi – Program Studi Apoteker 2025
Referensi:
Anderson, E., & Durstine, J. L. (2019). Physical activity, exercise, and chronic diseases: A brief review. Sports Medicine and Health Science, 1(1), 3–10. https://doi.org/10.1016/j.smhs.2019.08.006
Fabanyo, R. A., & Situmorang, P. (2024). Deteksi Dini dan Penyuluhan Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Mariat. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 7(8), 3625–3640. https://doi.org/10.33024/jkpm.v7i8.15692
Kemenkes RI. (2025). Diakses melalui https://www.kemkes.go.id/id/menkes-budi-prioritas-utama-adalah-menjaga-masyarakat-tetap-sehat#:~:text=Konten%20sederhana%20seperti%20makan%20sehat,hidup%20sehat%20yang%20lebih%20intensif pada 05 April 2025.
Mi, M. Y., Perry, A. S., Krishnan, V., & Nayor, M. (2025). Epidemiology and Cardiovascular Benefits of Physical Activity and Exercise. In Circulation Research (Vol. 137, Number 2, pp. 120–138). Lippincott Williams and Wilkins. https://doi.org/10.1161/CIRCRESAHA.125.325526
Muharram, F. R., Multazam, C. E. C. Z., Mustofa, A., Socha, W., Andrianto, Martini, S., Aminde, L., & Yi-Li, C. (2024). The 30 Years of Shifting in The Indonesian Cardiovascular Burden—Analysis of The Global Burden of Disease Study. Journal of Epidemiology and Global Health, 14(1), 193–212. https://doi.org/10.1007/s44197-024-00187-8
Ramania, N. S., Apriantono, T., Winata, B., Syafriani, R., Bahri, S., Iwo, M. I., & Nugraha, A. B. (2025). Differences between cardiorespiratory fitness in adult men with asymptomatic or mild SARS-COV-2 infections. Physiotherapy Quarterly, 33(1), 67–72. https://doi.org/10.5114/pq/182853
WHO. (2025). Diakses melalui https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-(cvds) pada 05 April 2025.
No Comments