
Jatinangor, 13 November 2025 – Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) sukses menyelenggarakan kegiatan terakhir dari keseluruhan empat kegiatan edukasi penyakit degeneratif atau penyakit kronis bagi siswa-siswi SMPN 1 dan SMAN Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap pentingnya gaya hidup sehat sebagai langkah proaktif pencegahan penyakit degeneratif sedari dini. Kegiatan yang bertajuk “Pencegahan Penyakit Degeneratif pada Remaja Melalui Edukasi Interaktif” ini dipimpin oleh Dr. apt. Lia Amalia dan diikuti oleh 50 siswa-siswi SMP dari kelas 7, 8 dan 9 serta 72 siswa-siswi kelas 11.
Penyakit degeneratif seperti stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi, saat ini menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan angka kejadian yang terus meningkat. Kondisi ini umumnya dipicu oleh faktor risiko yang dapat dimodifikasi antara lain pola makan tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, stres, dan kebiasaan merokok. Sejalan dengan program Puskesmas Jatinangor, kegiatan ini turut mendukung upaya pengendalian penyakit degeneratif yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan di wilayah Kecamatan Jatinangor.
Kegiatan edukasi dikemas menjadi dua pertemuan untuk setiap sekolah. Pertemuan pertama berisi materi edukasi yang disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam, dilanjutkan diskusi kelompok menggunakan komik Health Guardians: Cerita Dari Apotek yang disusun oleh tim dosen dan mahasiswa SF ITB. Sesuai dengan judulnya komik ini mengangkat cerita terkait penyakit degeneratif dan pengenalan obat-obatan yang umum digunakan dengan latar belakang Apotek Pendidikan “Innovare Farma”, sebuah apotek yang tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kefarmasian tetapi juga mendukung kegiatan pendidikan seperti pelatihan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pertemuan kedua membahas lebih mendalam bahan tambahan pangan dan ilmu olahraga, dilanjutkan dengan kegiatan olahraga bersama. Pertemuan di SMPN 1 Jatinangor dilaksanakan pada 21 dan 30 Oktober 2025, sedangkan di SMAN Jatinangor pada 12 dan 13 November 2025.
Rangkaian Acara Dibuka dengan Sambutan dan Penekanan Tridharma
Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan registrasi peserta dan pemberian komik “Health Guardians: Cerita dari Apotek”, dilanjutkan dengan pembukaan dan serangkaian sambutan. dari perwakilan Sekolah Farmasi ITB, pihak sekolah, dan Puskesmas Jatinangor.
Dalam sambutannya, Bapak Acep Fitriana Zakaria, S.Pd., Wakasek Bidang Sarana Prasarana SMPN 1 Jatinangor, menyambut baik inisiatif ini, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari implementasi salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian kepada Masyarakat, yang bermanfaat langsung bagi siswa. Sementara itu, Ibu Sri Rahayu, Penanggung jawab Program Kesehatan Remaja Puskesmas Jatinangor, mengapresiasi atas sinergi yang terbangun dalam upaya peningkatan kesehatan remaja di wilayah tersebut. Sejalan dengan itu, Kepala Sekolah SMAN Jatinangor Bapak Uus Usman, S.Pd., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi dampak positif dan memotivasi siswa/i untuk menjalankan pola hidup sehat sehari-hari.
Edukasi Mendalam dari Dokter Spesialis dan Diskusi Interaktif
Sesi inti kegiatan adalah penyampaian Materi Penyakit Degeneratif yang dibawakan oleh dr. Ervita Ritonga, Sp.PD. Dokter spesialis penyakit dalam tersebut menyampaikan materi secara mendalam mengenai definisi, gejala, bahaya serta pencegahan beberapa penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, dan obesitas.

Setelah penyampaian materi, siswa-siswi tampak sangat antusias mengikuti sesi tanya jawab, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama fasilitator kelompok, yaitu mahasiswa pascasarjana Sekolah Farmasi ITB dengan memanfaatkan komik Health Guardians: Cerita dari Apotek. Kegiatan ditutup dengan presentasi hasil diskusi oleh perwakilan masing-masing kelompok.

Pencegahan Penyakit Degeneratif dengan Bijak Menggunakan Bahan Tambahan Pangan dan Berolahraga
Pada pertemuan kedua, siswa/i yang sama menerima edukasi terkait dengan pencegahan penyakit degeneratif. Faktor risiko atau faktor pendorong munculnya penyakit degeneratif dapat dibagi ke dalam dua kelompok yaitu faktor yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat dimodifikasi. Faktor yang dapat dimodifikasi seperti pola hidup yang mencakup pola makan gizi seimbang, olahraga teratur, pengelolaan stress, tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol. Edukasi terkait penggunaan bahan tambahan pangan oleh dosen Sekolah Farmasi diharapkan memberi wawasan kepada siswa/i untuk bijak memilih makanan terutama jajanan yang sering dikonsumsi siswa/i. Selain itu siswa/i juga diarahkan untuk membaca informasi kandungan nilai gizi pada kemasan produk supaya bisa menakar jumlah bahan tambahan pangan yang sudah dikonsumsi.
Setelah edukasi mengenai bahan tambahan pangan, siswa/i menerima paparan materi dari dosen Kelompok Keilmuan Olahraga tentang konsep sehat, prinsip olahraga, lalu dilanjutkan dengan praktek olah raga bersama di lapangan sekolah. Untuk siswa/i SMA dikenalkan pula website hasil pengembangan tim dosen yaitu website PILOK.ID. Website tersebut berisi rekomendasi jenis olahraga yang cocok untuk dilakukan yang didasarkan pada jenis kelamin, usia, riwayat penyakit, berat badan, dan kondisi kesehatan tertentu.

Harapan Kegiatan
“Melalui kegiatan penyuluhan dan pendekatan edukatif yang interaktif ini, Sekolah Farmasi ITB berharap para siswa dapat memahami pentingnya menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Langkah-langkah sederhana seperti menjaga pola makan, berolahraga teratur, dan menghindari kebiasaan yang berisiko, diharapkan dapat membantu menurunkan angka kejadian penyakit degeneratif di masa depan.” ucap Dr. apt. Lia Amalia
Selain itu, para siswa yang mengikuti kegiatan ini diharapkan dapat menjadi duta atau kader kesehatan di lingkungan sekolah, yang mampu menyebarkan informasi dan menularkan kebiasaan hidup sehat kepada teman-temannya. Dengan demikian, pesan kesehatan tidak berhenti pada peserta kegiatan saja, tetapi dapat terus tersebar dan memberikan dampak positif yang lebih luas di kalangan remaja sekolah.






No Comments yet!