Dosen Sekolah Farmasi Penerima Penghargaan Bidang Life Science L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) Award

L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) Award merupakan program penghargaan bergengsi yang diberikan kepada peneliti perempuan atas kontribusi signifikan mereka dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Program ini bertujuan untuk mendukung kesetaraan gender di dunia sains sekaligus memberikan dukungan finansial bagi peneliti perempuan berprestasi agar dapat melanjutkan penelitian mereka.
Program FWIS diselenggarakan oleh L’Oréal Indonesia bekerja sama dengan UNESCO dan Kemendiktisaintek. Pada tahun 2025, penghargaan ini diberikan kepada empat peneliti perempuan Indonesia, terdiri atas dua peneliti dari bidang life science dan dua peneliti dari bidang non-life science.
Salah satu penerima penghargaan bidang life science adalah Dr. Maria Apriliani Gani, dosen dan peneliti dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB). Penganugerahan dilaksanakan di Gedung Kemendikbudristek pada 11 November 2025. Dalam acara tersebut, Dr. Maria bersama para penerima penghargaan lainnya turut mempresentasikan penelitian mereka di hadapan para tamu undangan, termasuk akademisi, dan pemangku kepentingan.
Penelitian yang dikembangkan oleh Dr. Maria berangkat dari tantangan global terhadap osteoporosis, penyakit degeneratif tulang akibat ketidakseimbangan aktivitas antara osteoblas dan osteoklas yang dipicu oleh stres oksidatif dan peradangan. Terapi yang tersedia saat ini umumnya hanya menargetkan satu jenis sel tulang, sehingga belum optimal dalam memulihkan keseimbangan tulang.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, Dr. Maria mengembangkan model seluler yang meniru kondisi osteoporosis akibat stres oksidatif sebagai platform alternatif untuk menyeleksi senyawa antiosteoporosis yang mampu meningkatkan aktivitas osteoblas sekaligus menekan osteoklas. Model ini juga digunakan untuk mengevaluasi potensi tanaman obat Indonesia sebagai sumber terapi alami berbasis biodiversitas. Pendekatan ini tidak hanya mendukung transisi global menuju non-animal testing dalam penelitian obat, tetapi juga memperkuat saintifikasi jamu sebagai bagian dari pengembangan sains berbasis kekayaan alam Indonesia.
Melalui inovasi ini, Dr. Maria berharap dapat berkontribusi dalam peningkatan kesehatan tulang dan kualitas hidup, khususnya bagi perempuan lanjut usia yang paling rentan terhadap osteoporosis.
No Comments