Workshop Real-Time Polymerase Chain Reaction (Real-Time PCR)

Pada tanggal 3-6 Mei 2017, Sekolah Farmasi ITB mengadakan workshop real-time polymerase chain reaction (Real-Time PCR) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam mengaplikasikan Real-Time PCR untuk penentuan ekspresi gen dan kestabilan protein serta memberikan teori keilmuan yang mendukung teknik tersebut.

Seiring dengan perkembangan pengetahuan di bidang biologi molekuler dan bioteknologi, metode real-time PCR atau quantitative PCR (qPCR) telah banyak diaplikasikan dalam berbagai penelitian di bidang bioteknologi, biologi molekuler, kedokteran, screening obat, pertanian, peternakan maupun lingkungan. Metode ini memanfaatkan penggunaan molekul yang dapat berfluoresensi (seperti Sybr® Green) sehingga memungkinkan untuk penentuan hasil perbanyakan DNA/amplikon dari jumlah cetakan tertentu selama reaksi polimerisasi berlangsung (real time). Sinyal yang terdeteksi pada siklus yang tertentu dapat dikorelasikan dengan tingkat ekspresi gen target. Dasar ini digunakan untuk mempelajari atau membandingkan tingkat ekspresi gen (diwakili oleh mRNA) pada kondisi yang berbeda (sehat v.s sakit; wildtype v.s mutan; perlakukan dan kontrol).

Hal lain yang dapat dimanfaatkan dari mesin Real-Time PCR dan belum banyak dielaborasi di Indonesia adalah untuk mengkaji kestabilan stuktur protein. Protein memiliki struktur yang dinamis tergantung kondisi lingkungannya. Dinamika perubahan struktur protein pada lingkungan yang berbeda ini dapat dideteksi melalui penggunaan senyawa berfluoresensi dibawah pengaruh suhu yang meningkat. Hal ini mendasari Thermal shift assay untuk diaplikasikan dalam mempelajari kestabilan struktur protein. Kesederhanaan dan kepraktisan metode ini membuat kestabilan protein dalam berbagai kondisi perlakuan lebih cepat diamati dan dipelajari. Perkembangan penelitian biologi molekuler dan produk biofarmasetika di Indonesia semakin meningkat dan akan menjadi hal yang menjanjikan di masa mendatang. Hal ini diketahui dari semakin bertambahnya penelitian yang mengarah ke bidang molekuler dan prospek jumlah protein terapeutik yang telah disetujui dan beredar di perdagangan.

Workshop yang diketuai oleh Dr. Debbie Soefie Retnoningrum ini dibagi menjadi dua sesi yaitu workshop Real-Time PCR untuk penentuan ekspresi gen yang diikuti oleh 25 peserta, dan workshop Real-Time PCR untuk studi kestabilan struktur protein yang diikuti oleh 22 peserta. Kedepannya, workshop serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin dengan topik yang bervariasi, terutama di bidang biologi molekuler.

Berita Terkait