Training Konseling Pasien 1: The Basic Art of Counseling

konseling

[ARTIKEL HMF ITB] Sebagai mahasiswa farmasi, kata konseling tentunya sudah tidak lagi asing didengar. Apa itu konseling? Yang dimaksud konseling dalam farmasi adalah proses pemberian informasi mengenai obat dan cara penggunaannya kepada pasien sehingga pengobatan menjadi lebih aman, efektif, dan efisien. Untuk bisa menyampaikan informasi mengenai obat dengan benar, seorang calon farmasis perlu mempelajari bagaimana konseling yang baik. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti Training Konseling Pasien 1.

Training Konseling Pasien 1 kali ini bertemakan “The Basic Art of Counseling”. Training Konseling Pasien 1 yang biasa disingkat TKP 1 diselanggarakan pada tanggal 6 Februari 2016 bertempat di Gedung Serbaguna Perpustakan Pusat Lt 1 ITB. TKP 1 termasuk ke dalam rangkaian acara dari Patient Counseling Club (PCC). PCC merupakan salah satu klub dari Divisi Farmapres Bidang Kefarmasian HMF ‘Ars Praeparandi’ ITB.

Peserta dari TKP 1 ini berasal dari mahasiswa STF, FKK, dan TPB Sekolah Farmasi ITB angkatan 2013, 2014, dan 2015. TKP 1 terbagi menjadi tiga mata acara yaitu seminar, Focus Group Discussion (FGD), dan simulasi. Pada mata acara seminar, pematerinya adalah Kak Alexandra Vania dan Ibu Iis Rukmana. Kedunya merupakan apoteker yang sudah sangat berpengalaman dalam hal konseling. Kak Alexandra Vania merupakan lulusan S1, S2, dan apoteker di Sekolah Farmasi ITB. Ketika Kak Vania menempuh pendidikan S1, ia telah memenangi beberapa kali lomba Patient Event Counseling (PCE). Saat ini, Kak Vania bekerja sebagai apoteker di Rumah Sakit Siloam Jakarta. Sedangkan Ibu Iis Rukmana merupakan Kepala Instalasi Farmasi di Puskesmas Ibrahim Aji.

Peserta sangat antusias mendengarkan materi dari Kak Vania maupun Ibu Iis. Kak Vania menyampaikan materi mengenai dasar-dasar farmasi. Dari penjelasan yang Kak Vania berikan, setelah seminar selesai peserta menjadi paham apa itu konseling, tujuan konseling, apa itu Drug Related Problems , kriteria pasien yang memerlukan konseling, hal penting dalam konseling yaitu pengetahuan farmasis; skil berkomunikasi; dan bahasa, apa saja yang menjadi kendala dalam konseling, dan tahapan dalam konseling. Kak Vania juga memberikan contoh bagaimana melakukan konseling yang baik. Sedangkan Ibu Iis Rukmana menjelaskan mengenai realita peran farmasis di masyarakat, bagaimana konseling yang baik, sumber daya kefarmasian, dan pengendalian mutu pelayanan kefarmasian. Ibu Iis lebih banyak bercerita mengenai pengalaman beliau yang sudah cukup lama bekerja di bidang farmasi ini. Cerita yang beliau sampaikan sangat inspiratif.

Setalah seminar selasai, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan Focus Group Discussion (FGD) selama 20 menit. Masing-masing kelompok diberikan soal mengenai studi kasus, selanjutnya peserta berdiskusi untuk memecahkan kasus tersebut. Acara selanjutnya yaitu simulasi selama satu jam. Masing-masing kelompok mengirimkan salah satu anggota nya untuk mempraktikkan bagaimana menjadi apoteker dan pasien. Peserta sangat antusias pada sesi ini, bahkan peserta ingin agar sesi ini berlangsung lebih lama. Simulasi ini dipandu oleh Kak Bagus Triyanto STF 2013 dan Kak Silmi STF 2012.

Tentunya begitu banyak ilmu, pengalaman, dan manfaat yang didapatkan dengan mengikuti TKP ini. TKP selanjutnya akan diadakan pada bulan November 2016. Jangan lupa datang ke TKP 2 :)

Berita Terkait