Selamat Jalan Dr. I Gusti Ngurah Anom Supradja, Apt.

Telah meninggal dunia, dosen senior purna bakti Sekolah Farmasi ITB, Dr. IGNA SUPRADJA, pada hari Rabu, 14 Juni 2017 pukul 03.45 dan jenazah dikremasikan pada Jumat, 16 Juni 2017 di Cikadut Bandung.

Obituari

Awalnya, kami para mahasiswa dan dosen muda di Farmasi ITB menyapa beliau sebagai pak IGNA (singkatan dari I Gusti Ngurah Anom) dan kemudian secara lebih akrab kami menyapanya sebagai pak Anom. Dr. I Gusti Ngurah Anom Supradja  Apoteker  dilahirkan pada tanggal 28 Oktober 1936 di Pura Anom, Kota Tabanan Bali, merupakan putra sulung dari 5 bersaudara Bapak  I Gusti Ngurah Alit Tantra dan Ibu Siluh Putu.. Pendidikan formal diawali beliau di Openbare Lagere School (Sekolah Rendah Pemerintah) Tabanan III Bali (Negara Indonesia Timur) dan  lulus pada tahun 1950, kemudian menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama  Bagian B di Denpasar, Bali pada tahun 1953. Selanjutnya  beliau pindah ke kota Malang Propinsi Jawa Timur untuk menyelesaikan Sekolah Menengah Atas Negeri III B (Pas-Pal) pada 11 Agustus 1956. Setelah tamat SMA yaitu pada September  1956, beliau melanjutkan pendidikan tinggi  di Jurusan Farmasi – Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) Universitas Indonesia di Bandung sebagai mahasiswa Ikatan Dinas PTIP.  Pendidikan Sarjana Farmasi diselesaikannya di Bagian Farmasi – Departemen Kimia Biologi Institut Teknologi Bandung  pada 1964, sedangkan pendidikan profesi Apoteker diselesaikan pada 1965.

Jenjang karir Pegawai Negeri diawalinya pada 1 September 1963 sebagai  Asisten Perguruan Tinggi  (E-II) dalam  mata pelajaran Kimia Farmasi Kwalitatif di Bagian Farmasi-DKB ITB. Setelah menyelesaikan tahap pendidikan Apoteker, pada tahun 1965 beliau diangkat sebagai Kepala Laboratorium Kimia Farmasi/Galenika dengan pangkat F-II hingga tahun 1967. Pada tahun 1970, beliau menduduki jabatan sebagai Kepala Laboratorium Galenika di Seksi Kimia Farmasi hingga tahun 1975. Pada 28 Juni 1971, pak Anom menikah dengan Ida Murnihati dan dikaruniai 3 orang putra. Sekarang beliau telah dikaruniai 6 orang cucu dari ketiga putranya.

Pada tahun 1977, pak Anom berangkat ke Perancis untuk menyelesaikan pendidikan Post Graduatenya. Gelar Doktor diraih pada 18 Juni 1980, sebagai Docteur de l’Universite (Mention Pharmacie) dari Faculte de Pharmacie – Universite de Montpellier Perancis  dibawah bimbingan Prof. G. Hamelle, dengan disertasi berjudul “Etude du Cannabis sativa L, Dosage du Tetrahydrocannabinol et son evolution dans les plantes alterees durrant la conservation”. Di samping menyelesaikan pendidikan Doktornya, pak Anom aktif sebagai Bendahara Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia di Perancis (PPIP) cabang Montpellier hingga tahun 1979.

Sepulangnya dari Perancis, pak Anom melanjutkan karirnya di Jurusan  Farmasi – FMIPA ITB sebagai pakar Kimia Analitik dan Toksikologi Analitik. Pada tahun 1984 pak Anom menjabat sebagai Kepala Laboratorium Kimia Farmasi Dasar di Bidang Ilmu Farmasi Analisis Jurusan Farmasi FMIPA ITB. Pak Anom menjadi dosen wali pavorit untuk Mahasiswa Farmasi angkatan 1965. banyak mahasiswa Farmasi yang dibimbingnya  dalam bidang kepakaran beliau. Alumni hasil gemblengannya antara lain adalah I Made Gelgel Wirasuta (yang dikenal sebagai Saksi Ahli Toksikologi Analitik pada persidangan kasus kematian Munir dan Mirna), dan Irda Fidriyani yang sekarang menjadi Guru Besar di Bidang Farmakognosi di Sekolah Farmasi ITB. Sebagai dosen yang berasal dari Bali, pak Anom juga menjadi dosen pembimbing di  Unit Aktivitas Mahasiswa “Mahagotra Ganesha” ITB  wadah wahana para mahasiswa ITB yang mencintai  kesenian dan kebudayaan Bali.  Mulai tanggal 1 Nopember 2001, pak Anom memasuki masa pensiun sebagai Dosen dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Pembina Utama Madya/IV D.

Setelah pensiun sebagai Dosen ITB, pak Anom mendirikan  Apotek Mona di jalan Cikutra Bandung untuk merintis karir profesi Apoteker dan sekaligus Pemilik Sarana Apotek. Jiwa pendidik dan semangat mengabdi pada profesi Apoteker yang bergelora di hatinya disalurkan melalui pembimbingan sebagai seorang Preseptor  yang menyediakan  Apotek Mona sebagai tempat  kerja praktek mahasiswa Program Profesi Apoteker Sekolah Farmasi ITB. Beliau juga terus aktif sebagai Dosen Penguji Lisan pada Ujian Komprehensif pada Ujian Apoteker di PSPA Sekolah Farmasi ITB. Dengan semangat Long Life Learner yang tertera dalam Eight Stars of Pharmacist,  beliau secara konsisten terus mengikuti pelatihan-pelatihan  Continuing Education yang diselenggarakan oleh  Himpunan Seminat Farmasi Komunitas,  Ikatan Apoteker Indonesia DPD Jawa Barat.

Pak Anom merupakan pribadi yang santun dan setiakawan terhadap terhadap sesama dosen, baik dosen yang lebih senior maupun dosen yunior di SF ITB. Sebagai seorang dosen senior, pak Anom terus menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan para dosen yunior terutama di Kelompok Keilmuan Farmakokimia SF ITB dan tidak segan-segannya beliau terus mendorong semangat para dosen yunior untuk berkembang meraih karir yang gemilang di Sekolah Farmasi ITB.

Pada pagi hari ini, jumat tanggal 16 Juni 2017, kami melepas Jenazah dosen dan sahabat kami Dr. I Gusti Ngurah Anom Supradja untuk menghadap  Tuhan Maha Kuasa dan Maha Pencipta. Kami melepasmu dengan penuh rasa cinta dan damai. Hormat dan Penghargaan yang tinggi serta rasa Terima kasih yang tulus,  kami sampaikan kepadamu atas segala gemblengan, didikan, keramahan dan kecintaan yang telah engkau berikan kepada kami.

Selamat jalan pak Anom, semoga engkau mendapat tempat yang indah dan mulia di sisi Tuhan.

[Prof.Dr. Slamet Ibrahim S.]

Berita Terkait