Pidato Ilmiah Guru Besar Farmasi, Prof.Dr. Tutus Gusdinar Kartawinata, MS., Apt.

Jumat, 29 Juni 2012

Majelis Guru Besar Institut Teknologi Bandung [MGB-ITB], tanggal 29 Juni 2012 menyelenggarakan acara Pidato Ilmiah Guru Besar ITB, bertempat di Gedung Balai Pertemuan Ilmiah [BPI] ITB,  Jln. Surapati No. 1 – 3 Bandung, mulai pukul 14:00 – 16:00 WIB. yang disampaikan oleh dua Guru Besar baru ITB, Prof. Prayatni Soewondo dari Fakultas Teknik  Sipil dan Lingkungan serta Prof. Tutus Gusdinar Kartawinata dari Sekolah Farmasi ITB.

Prof.Dr. Tutus Gusdinar Kartawinata, MS., Apt.  menyampaikan pidato ilmiahnya berjudul “Integrasi Biokimia Dinamik dan Statik Dalam Konsep Diagnosa dan Terapetika, Kasus Patobiokimia Sekresi Asam Lambung” dihadapan para anggota MGB-ITB, para staf pengajar Sekolah Farmasi ITB, serta tamu undangan lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Prof.Dr. Tutus Gusdinar Kartawinata, MS., Apt. dalam pidato ilmiahnya menyampaikan bahwa kemajuan di bidang ilmu kedokteran, didukung oleh perkembangan biosains, teknologi dan sosio-humanitas, telah banyak memberikan kontribusi kepada perbaikan sistem kesehatan manusia dan sanitasi lingkungan. Berbagai hasil pencapaian karya teknologi terapetik dan diagnostik, pengetahuan material higiene dan aktivitas preventif, peningkatan mutu nutrisi, dan evolusi sosio-ekonomi, dan lain-lain masih akan terus berkembang maju sesuai dengan tuntutan kehidupan masyarakat.

Pada abad sekarang kesehatan makin diperhitungkan sebagai sumberdaya yang penting bagi produktivitas manusia, tidak boleh ada satu pun kekuatan publik yang tidak peduli dengan kesehatan, semua sepakat akan perlunya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui upaya membangun paradigma sehat, meningkatkan derajat kesehatan, dan menyediakan lingkungan yang sehat.

Hadirnya sains laboratorium klinik (clinical laboratory science) dalam ranah ilmu-ilmu kesehatan, kini diakui sebagai ilmu pengetahuan baru yang memiliki body of knowledge pluridisiplin yang mengintegrasikan berbagai iptek kelaboratoriuman.

Ditinjau dari sudut pandang didaktik, pengajaran biokimia memerlukan integrasi dalam memahami konsep dan konteks yang harus dikuasai mahasiswa, ditekuni sejak awal hingga akhir studi. Kesulitan dalam proses pembelajaran biokimia banyak dikeluhkan oleh para dosen dan mahasiswa, bahwa sains biokimia modern seringkali dipandang sebagai jenis pembelajaran yang pemahamannya tidak mudah diajarkan.

Pada bagian akhir dari orasi ilmiahnya, Prof.Dr. Tutus Gusdinar Kartawinata, MS., Apt. berkesempatan untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yang banyak mendorong tercapainya jabatan akademik penuh makna dan amanah ini, antara lain kepada Rektor dan pimpinan ITB, Dekan dan pimpinan, para guru besar dan dosen senior, kolega dosen satu generasi dan dosen muda sebagai generasi penerus, serta karyawan non-akademik Sekolah Farmasi ITB. Atas kerukunan, kebersamaan, saling membantu dan semangat yang tumbuh di lingkungan Sekolah Farmasi ITB, terasa jalan menjadi lurus dan memuluskan perjalanan beliau untuk meraih jabatan akademiknya. Kepada Prof. Elin Yulinah Sukandar, Prof. Yeyet Cahyati Sumirtapura, Prof. Asep Gana Suganda, Prof. Slamet Ibrahim Surantaatmadja dan Prof. Djoko Wahyono (Fakultas Farmasi UGM) beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan formal untuk pengusulan kenaikan jabatan, ucapan terima kasih secara khusus disampaikan pula kepada para anggota Kelompok Keilmuan Farmakokimia yang banyak memberi semangat dalam kegiatan harian.

Terwujudnya karya ilmiah tersebut bisa hadir atas jasa, doa dan hasil didikan almarhum kedua orangtua tercinta, yaitu ayahanda H. Mochamad Ghaib Kartawinata dan ibunda Roosmania Roosman, serta almarhum kedua mertua tercinta, Bapak Rd. Soejoso Poegoeh dan Ibu Hj. Rr. Soemini Joedomarjono, juga kepada istri tercinta Thania Setyowati Poegoeh, SE.Ak. dan putri tersayang Isabelle Aranditha Gusdinar, ST. yang senantiasa setia mendampingi dan menyertai dengan doa dan penuh kasih sayang.

Penghargaan yang tinggi disampaikan kepada para guru sekolah dasar dan menengah yang telah dengan tulus ikhlas mencurahkan tenaga dan pikiran, disertai dengan membekali kata-kata bernas yang dulu berhasil memotivasi untuk terus menuntut ilmu dan bercita-cita. Terima kasih disampaikan juga kepada generasi pendahulu dosen Farmasi ITB yang sangat hirau untuk menempa jiwa para mahasiswa di kala masih kuliah dulu, yang senantiasa meluruskan arah manakala mahasiswanya terlalu berbelok jalan.

Selain itu, Prof.Dr. Tutus Gusdinar Kartawinata, MS., Apt. juga menyampaikan terima kasihnya untuk Prof. Kosasih Setiadarma (alm), Prof. Wiranto Arismunandar, Prof. Jean-Pierre BALI (Universitas Montpellier, Perancis), Dr. Bana Kartasasmita dan Dr. Andi Wijaya, yang telah memberikan kontribusi pengalaman hidup yang sangat baik sebagai hasil interaksi dan silaturahim, juga telah membentuk scholarship dan kepribadiannya.

Pada akhir kata orasinya, Prof.Dr. Tutus Gusdinar Kartawinata, MS., Apt. menyampaikan kutipan sebuah motto : “Bekerjalah sepenuh hati, seraya tetap berhati-hati”.

Berita Terkait