ITB Kembali Raih Juara Umum dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia

BANDUNG, itb.ac.id – Mahasiswa-mahasiswi Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB) kembali mengukir prestasi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia (PIMFI) dengan berhasil menyandang posisi Juara Umum. PIMFI merupakan sebuah ajang yang diselenggarakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (Ismafarsi) dengan terdiri dari berbagai jenis kompetisi. PIMFI dilaksanakan rutin dalam dua tahun sekali dan pada tahun 2015 ini, Univeristas Padjajaran (Unpad) berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan PIMFI 2015 (10-15/08/15) yang bertemakan “be a better pharmacist for healthier Indonesia“. Pada PIMFI 2013 yang diselenggarakan di Universitas Tanjungpura Pontianak, ITB juga berhasil menduduki posisi Juara Umum. PIMFI 2015 mempertemukan mahasiswa-mahasiswi farmasi dari sekitar 50 universitas se-Indonesia dengan jumlah total peserta yang mengikuti perlombaan mencapai 300 orang. Bidang yang diperlombakan dalam PIMFI adalah Patient Counselling Event-Patient Counselling Training (PCE-PCT), Clinnical Skill Event (CSE), Herbarium, Lomba Produk Mahasiswa Farmasi Indonesia (LPMFI), Debat Nasional Kefarmasian, dan Mahasiswa Berprestasi Farmasi Indonesia (MaIsmpres FI). Selain itu, terdapat pula kegiatan Ismafarsi Awards dan Rapat Tengah Tahun (RTT) Ismafarsi.

Dalam ajang ini, mahasiswa-mahasiswa ITB tersebut berhasil menjadi Juara I di perlombaan Herbarium, LPMFI, dan Debat Nasional Kefarmasian serta Juara II dalam Mapres FI. Untuk lomba Herbarium dimenangkan oleh tim yang beranggotakan Kevin Liong, Novina Yuniarti, dan Andina Candra Prasasti yang merupakan mahasiswa Progam Studi Sains dan Teknologi Farmasi (STF) angkatan 2012. Dalam ajang Herbarium ini, tim ITB membuat tanaman endemik yang dikeringkan yaitu Kemangi (Ocimum americanum L.) yang kemudian dipresentasikan dihadapan dewan juri. Kemudian dalam Debat Nasional Kefarmasian dimenangkan oleh Andre Ditya Maulana Lubis (STF 2012) serta Hana Fathin Salihah dan Syarifatul Ulya dari Progam Studi Farmasi Klinik dan Komunitas (FKK) angkatan 2013 yang berhasil mengalahkan tim dari Universitas Indonesia dalam babak final. Sedangkan dalam ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi Farmasi Indonesia diraih oleh Alya Ghina Aqila (STF 2012) dengan mendapatkan Juara II dan dari Ismafarsi Awards, Nonny Annisa (STF 2012) berhasil terpilih sebagai Most Inspirational Pharmacy Student.

Jawara dari LPMFI yaitu tim OXZIBAR dengan anggota Bagus Triyanto, Ariranur Haniffadli, Adam Muhammad, Intan Dinny Nuralifa, dan Putu Indra Cyntia Dewi, yang kesemuanya merupakan mahasiswa Progam Studi Sains dan Teknologi Farmasi angkatan 2013. Produk yang dibuat adalah snack bar dari jahe merah. Jahe merah dipilih dari sembilan tanaman obat unggulan Nusantara yaitu Sambiloto (Andrographis paniculata Hess.), Jambu biji (Psidium guajava L.), Jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk), Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.), Cabe jawa (Piper retrofractum), Jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum), Kunyit (Curcuma domestica Val.), Mengkudu (Morinda citrifolia L.), Salam (Eugenia polyanta Wight).

Snack yang diberi nama OXZIBAR ini mampu memberikan manfaat antioksidan dikarenakan terdapat kandungan zat aktif (shogaol dan gingerol) dalam ekstrak sebanyak 25 mg/sajian. Selain itu, produk yang dibuat dari tepung terigu dan pati jahe merah ini, juga ditambahkan isian berupa strawberry kering yang memiliki kandungan flavonoid sehingga meningkatkan potensi antioksidannya. Karena mengandung ekstrak jahe merah, selain sebagai antioksidan nyatanya ekstrak ini memiliki potensi antimikroba sehingga tidak perlu menambahkan pengawet kedalamnya. Keunggulan-keunggulan dari OXZIBAR ini mampu mengalahkan produk dari mahasiswa farmasi universitas lainnya sehingga memperoleh gelar Juara I. Kedepannya produk ini akan dilakukan riset dan pengembangan lebih matang terhadap keberadaan dan dosis zat aktif serta pengurangan kadar karbohidrat dengan mencari pengisi lain. Sayangnya, kandungan gula (sukrosa) membuat produk ini tidak disarankan bagi penderita diabetes.
Menurut Bagus, dengan mengikuti kompetisi ini, dapat diperoleh manfaat yaitu melatih jiwa kompetisi dan memperluas pertemanan sesama mahasiswa farmasi se-Indonesia. Selain itu, lanjut Bagus, juga dapat mengetahui realitas dalam dunia kefarmasian sehingga dapat mempersiapkan diri dengan mengikuti pendidikan sebaik-baiknya dan bersiap diri dalam menghadapi tantangan dalam dunia kesehatan khususnya dunia kefarmasian di masa mendatang. Sebelumnya, ITB juga mengirimkan wakilnya dalam Good Pharmacy Practice Education (GPPed) 2015 di Taiwan dan World Congress 2015 di India serta kedepannya ITB juga akan mengirimkan delegasinya dalam Asia Pacific Pharmaceutical Symphosium (APPS) di Thailand.

Berita Terkait