Apoteker

Staf Dosen | Kompetensi Lulusan | Sasaran | Kurikulum | CBT-UKAI

Sekolah Farmasi – ITB menyelenggarakan Program Pendidikan Profesi Apoteker selama dua semester bagi sarjana (S1) bidang studi Farmasi untuk menjadi Apoteker (Pharmacist). Sasaran pendidikan adalah tercapainya kompetensi apoteker sesuai dengan persyaratan nasional (Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia) dan global “the International Pharmaceutical Federation (FIP)”. Dengan standar kompetensi tersebut, lulusan diarahkan sesuai minat bekerja di berbagai sektor kefarmasian : industri farmasi (formulasi, bahan baku), pelayanan kefarmasian (rumah sakit, apotek), regulasi (pengawasan, pembinaan, pengujian dan pemeriksaan), saintifik (penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan), serta sektor lain yang berkaitan dengan kefarmasian.

Visi

Visi PSPA SF-ITB adalah menjadi lembaga penyelenggara Program Studi Profesi Apoteker yang unggul ditingkat nasional dan internasional.

Misi

  1. Menyelenggarakan Program Studi Profesi Apoteker yang bermutu bagi lulusan Sarjana Farmasi yang potensial.
  2. Meningkatkan kerjasama yang efektif dengan stakeholder, Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi (APTFI, AASP), Organisasi Profesi (IAI, FAPA, FIP) untuk menjamin terlaksananya proses pendidikan yang bermutu.

Tujuan

Tujuan umum PSPA SF-ITB adalah:

  1. Menghasilkan Apoteker yang mampu menghayati dan melaksanakan pekerjaan serta jabatan profesi kefarmasian dengan baik, berkepribadian teguh, memiliki integritas dan loyalitas tinggi pada profesinya, komunikatif dan responsif terhadap tantangan serta persoalan kesehatan masyarakat.
  2. Mengembangkan kemampuan akademik calon apoteker baik dalam aspek keilmuan, manajemen, peraturan perundangan maupun etika profesi sebagai landasan dalam melaksanakan tugas pekerjaan kefarmasian.

Tujuan khusus:

  1. Menghasilkan apoteker yang mampu memimpin dan mengelola apotek dan dapat memberikan pelayanan dan praktek kefarmasian yang berorientasi kepada pasien tanpa mengabaikan kaidah-kaidah ekonomi-sosial masyarakat.
  2. Menghasilkan apoteker yang mampu memimpin dan mengelola instalasi farmasi rumah sakit dan melaksanakan semua fungsi farmasi rumah sakit dengan pelayanan yang berorientasi kepada penderita, sesuai dengan misi rumah sakit, serta mampu melakukan interaksi secara profesional dengan tenaga ahli lain di rumah sakit.
  3. Menghasilkan apoteker yang mampu menjadi tenaga ahli dan penanggungjawab di industri farmasi dengan menerapkan cara pembuatan obat dan melaksanakan praktek laboratorium pengendalian mutu yang baik.
  4. Menghasilkan apoteker yang mampu menjadi tenaga ahli dan penanggung jawab analisis dan manajemen di laboratorium pengawasan mutu.
  5. Menghasilkan apoteker yang mampu bekerja sebagai penanggung jawab distribusi bahan baku dan sediaan farmasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  6. Menghasilkan apoteker yang mampu bekerja sebagai tenaga fungsional kesehatan di instansi pemerintah mencakup bidang perizinan, pengawasan dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang farmasi.
  7. Menghasilkan apoteker yang mampu bekerja di bidang penelitian dan pengembangan di industri farmasi, rumah sakit, lembaga penelitian, lembaga pengujian dan lembaga pendidikan